Selasa, 07 Januari 2014

                        ** pijat panggilan surabaya **

LAYANAN PIJAT KHUSUS PANGGILAN ( DENGAN TENAGA PRIA PROFESIONAL ) PIJAT 

TRADISIONAL PIJAT REFLEXIOLOGY . 
Hubungi KAMI :  tlp: 083830235991

 Pin:2A8EC815

  

Jumat, 12 Oktober 2012



Menelusuri Sejarah Pijat Refleksi

Menurut sejarah, siapa yang pertama kali menemukan ilmu pijat refleksi? Itu adalah pertanyaan yang tampaknya rumit, mengingat sulitnya menemukan bukti sejarah kapan pertama kalinya ilmu pijat refleksi, atau refleksiologi dipraktekkan. Namun, kita bisa mendapatkan gambaran berapa kira-kira umur ilmu ini dan di mana saja dipraktekkan.
Pijat refleksi adalah terapi alami yang telah digunakan oleh banyak suku bangsa sepanjang sejarah. Terapi ini bekerja berdasarkan kecenderungan alami manusia. Apa itu? ”Sentuhan.”
Oleh karena itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa ada lebih dari satu bangsa yang menggunakan pijat refleksi ini dalam kebudayaan mereka. Mari kita lihat bangsa mana saja di dunia ini yang menerapkan metode pengobatan ini?

Sejarah Pijat Refleksi Kuno

Bukti sejarah tertua yang mencatat penggunaan terapi pijat refleksi adalah Mesir. Anda mungkin langsung membayangkan para putri Firaun yang dipijat kakinya, bukan? Dan memang benar. Sebuah papirus Mesir dari tahun 2500 SM menyertakan sebuah gambar tentang para ahli pengobatan yang sedang melakukan pemijatan pada kaki dan tangan pasien mereka.
Hal ini cocok dengan fakta bahwa  Mesir merupakan salah satu bangsa di dunia yang memiliki sumbangsih yang cukup besar untuk dunia pengobatan, astronomi, dan teknik. Yunani dan Romawi pun diduga menggunakan terapi ini.
Memang tidak ada bukti sejarah tertulis yang mengatakan bahwa bangsa ini mempraktekkannya, mengingat bahwa  sejumlah dokumen Yunani, Mesir, dan Timur Tengah di perpustakaan besar di Aleksandria tampaknya lenyap ketika perpustakaan tersebut terbakar. Namun diyakini bahwa pemijatan tradisional termasuk dalam kebudayaan mereka dan itu terpelihara melalui tradisi lisan mereka.
India dan Tiongkok juga  menggunakan teknik ini. Orang India kuno menggunakan suatu jenis pengobatan dengan cara menekan titik-titik di kaki berdasarkan sistem titik ’Marma’ (Titik Energi). Teknik akupuntur Tiongkok pun menggunakan sistem titik yang serupa.
Demikian pula, dalam sejarah suku asli Amerika, orang-orang Indian bisa jadi menggunakan pijat refleksi dalam pengobatan tradisonal mereka. Contohnya saja orang-orang dari suku Cherokee yang menggunakan bagian kaki pasien untuk mengobati seluruh bagian tubuhnya. Keahlian tersebut kemudian dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun dalam kebudayaan pengobatan mereka.

Perkembangan Sejarah Pijat Refleksi

Belakangan, sejarah menunjukkan bahwa ada yang namanya ‘Bapak’ dari pijat refleksi. Dia adalah Dr. William Fitzgerald dari New England. Konon, dia mendapatkan pengaruh dari suku asli Amerika di tempat tinggalnya.
Bisa jadi ia belajar ilmu pijat refleksi ini ketika dia kuliah di Universitas Winna setelah lulus dari sekolah kedokteran di Boston. Salah satu yang dia kemukakan adalah bahwa jika bagian-bagian tubuh tertentu yang bertulang-di tangan, kaki, dan sendi-ditekan, maka rasa sakit  dan penyakit di bagian tubuh lain bisa hilang.
Di era yang lebih modern, Dr. Adamus dan Dr. A’tatis membuat buku dengan tema Zone Therapy. Adanya buku ini menunjukkan bahwa di negeri-negeri Eropa, suatu jenis pengobatan refleksi memang umum dipraktekkan pada zaman itu.
Wah, ternyata para dokter sepanjang sejarah juga mengadopsi pijat refleksi ini sebagai bagian dari ilmu medis mereka, ya. Tentu saja ini masuk akal karena pijat refleksi memang selaras dengan ilmu kedokteran, yaitu berdasarkan cara kerja sistem persarafan. Jadi, jika sejarah saja menunjukkan betapa pijat refleksi sangat diandalkan, mengapa Anda tidak mencobanya juga?

Apakah Pijat Refleksi Aman Selama Kehamilan?

Pijat refleksi merupakan metode terapi yang aman untuk segala usia, bahkan relatif jauh lebih aman dibandingkan jenis terapi lainnya. Tetapi, jika dilakukan terhadap wanita hamil, apakah aman?
Itu adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh ibu-ibu hamil. Tidak heran, karena biasanya penat dan pegal pasti akan datang menyerang, khususnya pada trisemester ketiga kehamilan.
Dengan kondisi semacam itu, calon ibu pasti berminat untuk meredakannya dengan pijat refleksi. Jadi, untuk mengetahui apakah pijat refleksi aman, kita perlu tahu dulu, bagaimana pijat refleksi ini bekerja. Mari kita simak uraian berikut!

Bagaimana Pijat Refleksi Bekerja pada Ibu Hamil?

Pada terapi pijat refleksi, daerah yang umumnya diberi perhatian adalah kaki. Jika sasarannya adalah kelenjar putuitari, maka pemijatan akan dilakukan pada jempol kaki.
Pijat refleksi kemudian akan menghasilkan sinyal, atau impuls, melalui sistem saraf tepi dan dikirim ke otak. Sinyal ini kemudian akan diteruskan ke berbagai organ, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Aliran darah sangat penting perannya untuk memasok oksigen dan nutrisi ke sel-sel organ, serta untuk membuang zat-zat sisa metabolisme. Selama tiga bulan pertama kehamilan, hormon yang disebut Human Chorionic Gonadothropin (HCG), diproduksi oleh janin dan dapat membuat seorang ibu hamil merasa tidak nyaman.
Tubuh calon ibu akan bereaksi terhadap bayi dalam rahimnya, dan menghasilkan relaksin, suatu hormon ovarium yang berfungsi untuk merelakskan ligamen panggul sebagai persiapan untuk kelahiran.
Proses ini bisa membuat si ibu sangat tidak nyaman. Di saat-saat seperti itulah pijat refleksi bisa sangat membantu. Terapi pijat refleksi tidak hanya aman, tetapi justru akan menyeimbangkan produksi hormon dan sekaligus mengurangi rasa penat dan sakit sehingga si ibu akan merasa lebih baik.
Namun, walaupun pijat refleksi aman, sebagian besar terapis tidak akan mempraktekkannya pada 13 minggu pertama kehamilan pasiennya karena selama masa itu, ada resiko terjadi keguguran. Dan, meskipun pijat refleksi tidak pernah secara langsung dikaitkan dengan keguguran, sebagian besar terapis tidak akan menganjurkannya pada trisemester pertama kehamilan.

Pijat Refleksi Pasca Melahirkan

Suatu penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Refleksologis di London, Inggris, menyimpulkan bahwa terapi refleksi berkala selama masa kehamilan  dapat mengurangi hipertensi, refluks asam lambung, gangguan rahim, dan bengkak-bengkak hingga 50 persen. 

Dalam penelitian itu, juga dinyatakan bahwa pijat refleksi bisa digunakan sebagai alternatif untuk merangsang kelahiran. Banyak wanita hamil yang mengikuti sesi pijat refleksi untuk merangsang kontraksi, khususnya jika masa kelahirannya sudah lewat dari waktu yang seharusnya. 

Pijat refleksi aman dilakukan pada tahap manapun dalam proses melahirkan. Dan, efek dari pemijatan juga sudah mulai terasa bahkan 2 menit sejak dimulai (efek yang paling maksimal adalah setelah 15 menit). 

Fokus pemijatannya adalah bagian yang menstimulasi kelenjar pituitari. Bahkan, suami juga bisa dilatih untuk melakukannya pada saat istrinya melahirkan. Jadi, ibu-ibu yang hamil bisa yakin bahwa pijat refleksi cukup aman, bahkan penting, selama masa-masa kehamilan.

Kamis, 11 Oktober 2012


Cara Pijat Refleksi Atasi Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat dan kesulitan bernapas bisa sangat menyiksa. Ini tidak hanya terjadi ketika flu menyerang, tetapi juga saat timbul reaksi alergi. Ketika alergi atau virus menyerang, saluran pencernaan bisa jadi mengalami inflamasi/radang sehingga terjadi pembengkakkan. Radang juga dapat menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. 

Keduanya, baik pembengkakan maupun produksi lendir yang berlebih, dapat menutup saluran nafas. Kesulitan bernafas inilah yang bisa sangat menyiksa penderitanya  Pijat refleksi merupakan cara yang tepat untuk membuka sumbatan pada sinus, namun tentu saja tidak akan menyembuhkan penyebab problem itu sendiri. 

Karena itu, pijat refleksi bukanlah pengobatan primer untuk problem sinus, sebaliknya hanya meringankan gejalanya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan untuk penyebab problem kesehatan Anda. 

Bagaimana Cara Pijat Refleksi?

Ada banyak teori bagaimana pijat refleksi bisa efektif untuk melegakan probem sinus. Yang pasti, pijakan dasarnya adalah bagaimana seluruh organ terpetakan pada telapak kaki dan tangan melalui urat-urat saraf.

Dengan cara pijat refleksi, setiap pijatan pada titik saraf akan meningkatkan sirkulasi darah menuju hidung dan saluran napas sehingga penderitanya tidak lagi kesulitan bernapas. Pijat refleksi tidak hanya mampu melegakan nafas pada rongga hidung, tetapi juga dapat membantu meredakan sumber penyebabnya yaitu alergi atau flu.

Ini erat kaitannya dengan kelenjar thymus. Kelenjar thymus biasanya merespon stres dengan cara menciutkan diri sehingga tubuh tidak mampu melawan virus dan alergen. Kelenjar ini memicu pembentukan antibodi dan karena itu sangat penting perannya bagi pertahanan tubuh.
Dengan pijat refleksi pada titik untuk kelenjar thymus, yaitu disepanjang pinggiran telapak yang menonjol persis dibawah jempol kaki, kekebalan tubuh akan meningkat sehingga tubuh bisa mencegah atau mengatasi flu dan alergi itu.
Berikut ini adalah titik-titik refleksi yang dapat dipijat sebagai cara untuk mengatasi problem sinus:
  • Titik Kepala/Sinus-Meredakan sakit kepala dan melegakan problem sinus
  • Titik Paru-Paru/Saluran Bronkial-Mengurangi pengeluaran mukus
  • Titik Limpa dan Thymus-Meningkatkan kekebalan tubuh

Legakan Problem Sinus dengan Cara Pijat Refleksi Thumb Walking!

Jika Anda atau penderita merasa cocok dengan pijat refleksi, hasil akan lebih cepat terlihat. Keengganan untuk dipijat refleksi bisa sangat memperlambat karena terapi pijat refleksi akan kesulitan untuk menjalankan treatment-nya.

Pemijatan semacam ini khususnya sangat membantu bagi anak-anak yang kesulitan tidur karena susah bernafas. Jika Anda orang tua, Anda dapat melakukannya sendiri di rumah dengan cara memijat di bagian tengah dari setiap jari kaki.

Ini bisa jadi susah-susah-gampang, tetapi Anda dapat mencoba teknik yang dinamakan ’thumb walking’.Thumb walking adalah teknik melakukan pijat pada titik-titik refleksi, misalnya titik sinus, menggunakan jempol secara perlahan dengan gerakan lurus. Ini biasanya tidak terasa sakit tetapi cukup efektif untuk mencapai simpul sarafnya.

Bagaimana Anda Dapat Melakukan Pijat Refleksi Thumb Walking?

Lakukan pijat refleksi dengan mengunakan jempol pada satu titik, lalu pindah ke titik di sebelahnya dengan hanya menggeser jari Anda. Tidak perlu berangkat terlalu jauh dari titik sebelumnya sehingga setelah pindah titik beberapa kali, seolah-olah akan ada jalur di kaki yang Anda pijat.

Perhatikan untuk tidak melakukan tekanan yang terlalu kuat sejak awal. Yang sakit tentu sudah cukup tersiksa dengan penyakitnya dan tidak butuh ’rasa sakit’ tambahan dari pijatan Anda.
Lakukan pijat perlahan terlebih dahulu, lalu jika si penderita sudah mulai terbiasa, Anda bisa mulai memberikan pemijatan yang lebih intens.
video
vidio konyol